1. URAIAN MAGRO
A. Belerang.
-
Uraiannya.
Belerang atau sulfur adalah unsur
kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya
adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam
bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning.
Di alam, belerang
dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan
sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam
amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk
mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
Zat murninya
tidak berbau dan tidak berasa,memiliki struktur yang beragam, tergantung
konsisi sekitar,secara alami banyak terdapat di gunung berapi,komponen murninya
tidak beracun namun senyawa yang terbentuk kebanyakan berbahaya bagi
manusia,senyawa sulfur yang utama adalah SO2, dan SO3. SO2 berupa gas yang
mudah larut dalam air sehigga menyebabkan hujan asam,efek yang ditimbulkan
dapat sikurangi dengan cara melewatkan air yang terkontaminasi pada padatan
CaCO3.SO3 merupakan bahan utama membuat asam sulfat
Belerang
ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan
belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah
pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit,
galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
Belerang dihasilkan
secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung
sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air
yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang
kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat
pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari
keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang
belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali
belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas
Alberta.
-
Fungsi.
Membantu pembentukan butir hijau daun
sehingga daun menjadi lebih hijau.
Menambah kandungan protein dan vitamin
hasil panen.
Meningakatkan jumlah anakan yang
menghasilkan.
berperan penting pada proses
pembulatan zat gula.
Memperbaiki aroma, mengurangi
penyusutan selama penyimpangan,
Memperbesar umbi pada tanaman umbian.
Berperan dalam pembentukan
bintil-bintil akar.
Berperan dalam pembentukan anakan yang
produktif.
B. Magnesium (Magnesium/Mg)
-
Uraiannya.
Magnesium dengan
simbol Mg adalah unsur kimia dengan nomor atom 12 dan massa atom 24,305. Mg
adalah unsur logam, berwarna putih dengan titik lebur 651° C dan titik didih
1.107° C. ditemukan pada tahun 1808 oleh H. Davy.
Magnesium
bersumber dari terutama terpusat di bawah kerak bumi serta banyak dalam air
laut dan air asin biasa.
Unsur ini
tidak terdapat bebas bebas dan merupakan pembentuk mineral dan batuan kapur,
dolomite, magnesit, dan silikat. Secara komersial unsur magnesium ini diperoleh
melalui elektrolisis air laut dan air asin biasa.
Sayur
hijau seperti bayam memberikan magnesium karena pusat molekul klorofil
mengandung magnesium. Kacang, biji-bijian dan beberapa bijian sempurna, adalah
sumber magnesium yang baik.
Meskipun
magnesium terdapat pada kebanyakan makanan, magnesium biasanya berada dalam
jumlah yang sedikit. Seperti kebanyakan nutrisi, kebutuhan sehari magnesium
tidak dapat didapatkan dengan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan.
Memperoleh
magnesium dengan memakan beraneka jenis makanan, termasuk lima sajian buah dan
sayuran setiap hari dan banyak bijian, untuk mendapatkan kebutuhan gizi
magnesium yang cukup.
Kandungan
magnesium dalam makanan pabrik biasanya rendah. Roti penuh gandum, misalnya,
memiliki dua kali lipat lebih magnesium dibandingkan roti tawar karena germa
dan dedak yang kaya magnesium telah dikeluarkan selama proses. Tabel sumber
makanan magnesium mengusulkan berbagai sumber gizi magnesium.
Magnesium
agak kuat, berwarna putih keperakan dan ringan (sepertiga lebih ringan dari
aluminium). Magnesium berubah kusam saat terkena udara, tetapi berbeda dengan
logam-logam alkali lainnya, penyimpanan dalam lingkungan yang bebas oksigen
tidaklah dibutuhkan karena magnesium akan membentuk lapisan pelindung oksida
yang sulit ditembus atau diasingkan.
Dalam
bentuk bubuk, logam ini terbakar dengan memancarkan api putih saat terkena
kondisi lembab. Magnesium sulit terbakar jika dalam bentuk massal, dan lebih
mudah dibakar jika dipotong dalam bentuk strip tipis.
Sangat
sulit memadamkan magnesium apabila terbakar, disebabkan magnesium terbakar
bersama-sama dengan nitrogen (membentuk magnesium nitrida), dan karbon dioksida
(membentuk magnesium oksida dan karbon). Pembakaran pita magnesium akan tetap
berlanjut jika pita direndam dalam air, sampai pita magnesium habis terbakar.
Magnesium
menghasilkan cahaya putih yang terang ketika dibakar dalam udara. Magnesium
digunakan pada zaman awal fotografi di mana bubuk magnesium digunakan sebagai
sumber pencahayaan (bubuk kilat). Kemudian, pita magnesium digunakan dalam
mentol flash yang dinyala secara listrik. Serbuk magnesium masih digunakan
dalam pembuatan petasan dan nyala kelautan ketika cahaya putih terang
dibutuhkan.
Magnesium
logam dan paduannya merupakan bahan yang dapat meledak, magnesium sangat mudah
terbakar dalam bentuk murni dalam bentuk cair atau dalam bentuk bubuk atau
bentuk pita. Logam magnesium terbakar atau cair bereaksi hebat dengan air.
Saat
penggunaan magnesium bubuk, penggunaan kaca mata las digunakan untuk
keselamatan dan perlindungan mata, karena cahaya putih yang dikeluarkan dari
pembakaran magnesium mengandung sinar ultraviolet yang dapat merusak retina
mata.
-
Fungsi
Diambil/diserap oleh
tanaman dalam bentuk: Mg++
Fungsi magnesium bagi
tanaman ialah:
a. Magnesium merupakan
bagian tanaman dari klorofil
b. Merupakan salah satu
bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy
peptisida
c. Berperan dalam
pembentukan buah.
C. Kalsium (Calcium = Ca)
- uraiannya
Kekurangan
atau kelebihan unsur hara dalam tanah dapat mengganggu pertumbuhan kedele.
Beberapa unsur hara yang penting berupa kalium dan kasium dapat mempengaruhi
pertumbuhan kedele apabila ketersediaannya dalam tanah tidak seimbang.
1. Kalium
Kalium dibutuhkan
tanaman dalam jumlah besar.
Kekurangan kalium dalam
tanah menyebabkan tanaman :
- mudah layu, tampak
pada daun tua dimulai dengan klorosis pada tepi daun. Dalam
keadaan
parah, gejala klorosis meluas sampai mendekati pangkal daun dan tampak pula
pada daun muda.
- dalam keadaan lanjut, timbul nekrosis
dan daun-daun gugur.
Gejala
khas yang dapat dilihat adalah batas yang tampak jelas antara klorosis atau
nekrosis dengan jaringan sehat yang berwarna hijau. Perbandingan N/K sangat
penting dalam metabolisme tanaman. Dalam keadaan perbandingan N/K yang tinggi,
kadar senyawa nitrogen dengan berat molekul rendah meningkat seperti asam amino
dan amida, dan tanaman menjadi lebih peka terhadap penyakit dan hama.
2. Kalsium (kapur)
Kekurangan kalsium:
- akarnya pendek-pendek
dan seringkali ujungnya busuk,
- batang kurang kuat,
- daun-daun salah
bentuk, kadang-kadang keriting atau nekrotis.
Kelebihan kalsium.
Kelebihan
kalsium, seperti pada tanah berkapur, dapat merangsang timbulnya kekurangan
kalium dan unsur mikro, seperti besi, boron, seng, tembaga dan mangan.
Pemberian kapur yang berlebihan pada tanah masam dapat menimbulkan masalah
seperti tersebut di atas.
Kelainan
hara dapat timbul karena kelebihan kalsium, seperti terjadi pada tanah berkadar
kalsium karbonat tinggi, pengapuran yang berlebihan pada tanah masam atau
terjadinya akumulasi garam kalsium, baik melalui aliran kapiler, maupun karena
tidak adanya pencucian yang intensif.
Fungsi
calcium.
1. Mendorong pembentukan dan pertumbuhan
akar lebih dini.
2. Memperbaiki ketegaran dan kekahatan
tanaman.
3. Mempengaruhi peng-angkutan air dan
hara-hara lain.
4. Diperlukan untuk pemanjangan sel-sel,
sintesis protein dan pembelahan sel.
5. Mengatur translokasi karbohidrat,
kemasaman dan permeabilitas sel.
6. Mendorong produksi tanaman padi-padian
dan biji tanaman.
7. Membantu menetralkan asam-asam organik
yang bersifat meracuni.
8. Penting untuk pembentukan dan
berfungsi nya bakteri-bakteri bintil akar (Rhizobia) pada tanaman legum.
Unsure
migro :
a. Mangan (manganese=Mn)
-
Uraiannya.
Senyawa mangan secara alami ada dalam
lingkungan sebagai padatan di dalam tanah dan partikel kecil di dalam air.
Partikel mangan di udara yang hadir dalam partikel debu. Biasanya ini menetap
ke bumi dalam waktu beberapa hari.
Manusia meningkatkan konsentrasi
mangan di udara oleh kegiatan industri dan melalui pembakaran bahan bakar fosil.
Mangan yang berasal dari sumber manusia juga dapat memasukkan air permukaan,
air tanah dan air limbah. Melalui penerapan pestisida mangan, mangan akan
memasuki tanah.
Untuk hewan, mangan adalah komponen
lebih penting dari tiga puluh enam enzim yang digunakan untuk karbohidrat,
protein dan metabolisme lemak. Jika Binatang makan terlalu sedikit mengadung
mangan menyebabkan gangguan pertumbuhan normal, pembentukan tulang dan
reproduksi akan terjadi.
Untuk beberapa hewan dosis yang
mematikan sangat rendah, yang berarti mereka memiliki sedikit kesempatan untuk
bertahan lebih kecil. Dosis mangan bila melebihi dosis yang esensial. Zat
mangan dapat menyebabkan paru-paru, hati dan gangguan pembuluh darah, penurunan
tekanan darah, kegagalan dalam perkembangan janin hewan dan kerusakan otak.
Ketika penyerapan mangan terjadi
melalui kulit dapat menyebabkan kegagalan tremor dan koordinasi. Akhirnya, tes
laboratorium dengan hewan telah di uji menunjukkan bahwa keracunan mangan parah
harus bahkan dapat menyebabkan perkembangan tumor dengan binatang.
Pada tumbuhan ion mangan diangkut ke
daun setelah pengambilan dari tanah. Bila terlalu sedikit mangan dapat diserap
dari tanah ini menyebabkan gangguan pada mekanisme tanaman. Misalnya gangguan
dari pembagian air untuk hidrogen dan oksigen, di mana mangan memainkan peranan
penting.
Mangan dapat menyebabkan keracunan dan
kekurangan baik gejala pada tumbuhan. Bila pH tanah rendah kekurangan mangan
lebih umum.
Konsentrasi mangan Sangat beracun
dalam tanah dapat menyebabkan pembengkakan dinding sel, layu dari daun dan
bercak-bercak cokelat pada daun. Kekurangan juga dapat menyebabkan efek
tersebut. Antara konsentrasi dan konsentrasi beracun yang menyebabkan
kekurangan area kecil konsentrasi untuk pertumbuhan tanaman yang optimal dapat
dideteksi.
Fungsi :
1.
Diperlukan
oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vit. C
2.
Berperan
penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
3.
Berperan
sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
4.
Berperan
sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
b. Bor (Boron = B)
-
Uaraiannya.
Boron
dalam tanah terutama sebagai asam borat (H3BO3) dan kadarnya berkisar antara
7-80 ppm. Boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5% dari kadar total
boron dalam tanah. Boron
ditransportasikan dari larutan tanah ke akar tanaman melalui proses aliran masa
dan difusi. Selain itu, boron sering
terdapat dalam bentuk senyawa organik.
Boron juga banyak terjerap dalam kisi mineral lempung melalui proses
substitusi isomorfik dengan Al3+ dan Si4+.
Mineral dalam tanah yang mengandung boron antara lain turmalin
(H2MgNaAl3(Bo)2Si4O2)O20 yang mengandung 3%-4% boron. Mineral tersebut terbentuk dari batuan asam
dan sedimen yang telah mengalami metomorfosis.
Mineral lain yang mengandung boron adalah kernit (Na2B4O7.4H2O), kolamit
(Ca2B6O11.5H2O), uleksit (NaCaB5O9.8H2O) dan aksinat. Boron diikat kuat oleh mineral tanah,
terutama seskuioksida.
Unsur
boron hanya sedikit saja yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya, tetapi
kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius, seperti
antara lain: Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda terjadi
klorosis secara setempat-setempat pada permukaan daun bagian bawah, yang
selanjutnya menjalar ke bagian tepi-tepinya.
Jaringan-jaringan daun mati.
Daun-daun baru yang masih kecil-kecil tidak dapat berkembang, sehingga
pertumbuhan selanjutnya kerdil.
Kuncup-kuncup yang mati berwarna hitam atau cokelat. Pada bagian buah terjadi penggabusan,
sedangkan pada tanaman yang menghasilkan umbi, umbi-umbinya kecil-kecil yang
terkadang penuh dengan lubang-lubang kecil berwarna hitam, demikian pula dengan
bagian akar-akarnya.
Menurut
Wijaya (2008) defisiensi Boron (B) akan menurunkan mutu blomkhol dan umbi
beet. Sedangkan menurut Agromedia (2007)
tunas pucuk mati dan berwarna hitam, lalu muncul tunas samping, tetapi tidak
lama akan mati. Daun mengalami klorosis di mulai dari bagian bawah daun, lalu
mengering. Daun yang baru muncul kerdil
dan akhirnya mati, daun tuanya berbentuk kecil, tebal dan rapuh. Pertumbuhan
batang lambat dengan ruas cabang pendek.
Kekurangan
boron pada beberapa komoditas menunjukkan gejala yang jelas, misalnya warna
buah yang pucat, kulit buahnya retak dan rasanya seperti gabus. Sangat disarankan aplikasi pupuk Boron
melalui tanah, kecuali untuk tanaman yang telah mendapatkan program
penyemprotan secara rutin. Keracunan
dapat menjadi masalah yang sangat serius jika jumlah boron terlalu berlebihan.
Boron
diserap oleh tanaman dalam bentuk borik accid dan di dalam tanaman juga berada
dalam bentuk yang sama. Mengenai
mekanisme penyerapan apakah diserap secara aktif maupun pasif masih belum
diketahui dengan pasti.
Boron
yang diserap tanaman akan membentuk senyawa yang tidak dapat ditukar pada
dinding sel dan plasma sel, sehingga bersifat tidak mobil. Karena sifat yang tidak mobil maka boron
tidak dapat diretranslokasikan dari organ tua menuju organ muda.
Boron
sebagai unsur yang bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh
tanaman, pengisapan unsur kalsium dan perkembangan bagian-bagian tanaman yang
tumbuh aktif. Boron dalam tanah ada tiga
bentuk, yaitu (1) senyawa silikat, (2) terikat mineral lempung dan seskuioksida,
dan (3) senyawa organik. Dalam silikat,
boron memasuki struktur inti melalui substitusi isomorfik terhadap ion Al3+ dan
Si4+. Mula-mula boron dalam bentuk ini
relatif resisten. Tanah yang kadar bahan organiknya tinggi umumnya kadar
boronnya juga tinggi.
Boron
mendorong terbentuknya lignin, selulosa, hemiselulosa, dan pektin sehingga
mendorong terbentuknya dinding sel yang stabil.
Sebaliknya bila tanaman mengalami defisiensi B maka tanaman akan
cenderung mensintesis phenol, permeabilitas membran akan berkurang, dan
aktivitas enzim yang terdapat pada membran sel akan menurun.
Boron
bersifat esensial bagi tumbuhan. Boron
di dalam tanah berasal dari pelapukan Glimer dan Turmalin menjadi asam borat
(H3BO3) yang terlarut di larutan tanah.
Dalam bentuk ini juga diserap oleh tanaman dengan mengikuti aliran air
menuju akar. Transportasi boron di dalam
pembuluh angkut bergerak mengikuti aliran masa air yang kecepatannya ditentukan
oleh kecepatan transpirasi tanaman
-
Fungsi
boron.
1.
Bertugas
sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
2.
Meningkatkan
mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
3.
Berperan
dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam
pembentukan tepung sari, bunga dan akar
4.
Boron
berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
5.
Unsur
hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri
dan mencegah bakteri parasit