Pagi
ini ntah apa yank terbersit di kepalaku
Wajah
kalian singgah di benakku dalam kenang rindu.
Bapak
Ibuk, kalian panutanku, kalian segalanya.
Kalian
guruku yang selalu ku pelajari gerak geriknya dalam membina keluarga yang baik.
Dalam
setiap langkah langkah yang ku jalani di kejauhan pelupuk mata,
kalianlah
acuanku untuk terus bertahan di setiap aktifitasku.
Tuhan, engkau tau bagaimana sayangnya mereka pada ku.
Tuhan, engkau tau bagaimana mereka merawat dan membinaku hingga saat ini.
Tuhan, engkau tau bagaimana kasih dan perhatiannya mereka padaku.
Hingga
saat ini Saya tidak tau ntah kejadian apa yang akan terjadi padaku kedepannya,
Hingga
aku tidak dapat lagi membalas segala apa yang pernah mereka berikan
Yang
aku tau hanyalah Takdir. Takdir. Dan Permainan Takdir.
Takdir
lah yang menunjukkan itu semua dihadapan dan di dalam kehidupan ini.
Saat
ini mungkin saat sehatku ya allah, ntah nanti saat sakitku.
Tapi
pintaku dalam hati dan sujudku padamu.
Kehilangan
itu sangat menyedihkan,
kehilangan
itu kadang membuat jatuh tanpa landasan,
kehilangan
itu menjatuhkan harapan
kehilangan
itu sebuah keterpurukan.
Tolong
berikan rahmad mu pada kami semua,
jauhkan
mereka dari mara bahaya,
jauhkan
mereka dari kezaliman kezaliman yang ada.
Dengan
menjaga suara merdu mereka dalam melantunkan ayat ayat sucimu,
yang
membasahi bibir dengan zikir kepadamu, dan menjaga senyum mereka disana tanpa
ada singgahan hal yang tidak kami inginkan.
Aku
tidak tau kapan hidup ini akan berakhir.
Kapan
pejalanan ini sampai ujung,
Kapan
harapan ini akan terputus
Kapan
keinginan ini tak pernah terbersit lagi di hati.
Kapan
segala hal yang indah ini hilang dari pelupuk mata.
Dan
jawabnya hanya ada pada kehendakmu.
Ya
allah. Perkenankanlah