Jumat, 05 Desember 2014

Belum ada judul

Pagi ini ntah apa yank terbersit di kepalaku
Wajah kalian singgah di benakku dalam kenang rindu.
        
Bapak Ibuk, kalian panutanku, kalian segalanya.
Kalian guruku yang selalu ku pelajari gerak geriknya dalam membina keluarga yang baik.

Dalam setiap langkah langkah yang ku jalani di kejauhan pelupuk mata,
kalianlah acuanku untuk terus bertahan di setiap aktifitasku.

Tuhan, engkau tau bagaimana sayangnya mereka pada ku.
Tuhan, engkau tau bagaimana mereka merawat dan membinaku hingga saat ini.
Tuhan, engkau tau bagaimana kasih dan perhatiannya mereka padaku.
Hingga saat ini Saya tidak tau ntah kejadian apa yang akan terjadi padaku kedepannya,
Hingga aku tidak dapat lagi membalas segala apa yang pernah mereka berikan

Yang aku tau hanyalah Takdir. Takdir. Dan Permainan Takdir.
Takdir lah yang menunjukkan itu semua dihadapan dan di dalam kehidupan ini.
Saat ini mungkin saat sehatku ya allah, ntah nanti saat sakitku.

Tapi pintaku dalam hati dan sujudku padamu.
Kehilangan itu sangat menyedihkan,
kehilangan itu kadang membuat jatuh tanpa landasan,
kehilangan itu menjatuhkan harapan
kehilangan itu sebuah keterpurukan.

Tolong berikan rahmad mu pada kami semua,
jauhkan mereka dari mara bahaya,
jauhkan mereka dari kezaliman kezaliman yang ada.
Dengan menjaga suara merdu mereka dalam melantunkan ayat ayat sucimu,
yang membasahi bibir dengan zikir kepadamu, dan menjaga senyum mereka disana tanpa ada singgahan hal yang tidak kami inginkan.

Aku tidak tau kapan hidup ini akan berakhir.
Kapan pejalanan ini sampai ujung,
Kapan harapan ini akan terputus
Kapan keinginan ini tak pernah terbersit lagi di hati.
Kapan segala hal yang indah ini hilang dari pelupuk mata.
Dan jawabnya hanya ada pada kehendakmu.

Ya allah. Perkenankanlah