Rabu, 07 Januari 2015

Dan kini aku semakin terpuruk disetiap jalannya kakiku, setiap detaknya jantungku, melihatmu membuatku semakin sedih semakin sulit untuk beraktifitas, ini sungguh luar biasa sedihnya hal yang tak pernah bisa terbayangkan saat berada di dekatmu, apakah aku akan terperosok di jurang yang dalam ini tersakiti oleh bayang bayangmu dan tertawanya dirimu, di belakang kesedihanku akan perbuatanmu,


Ingin rasanya aku meminta bantu, tapi aku tidak tau harus kemana mencari bantu, sekarang aku tidak ada yang membantu dan menyongsongku seperti dulu seperti saat aku meminta pendapat meminta saran darimu, 

sekarang aku hanya bisa mengadu pada sepiku, sungguh sakit dan semakin membuatku semakin lemah tanpa ada peneguh hati, peneguh diri,
Sekarang Untuk keluar menghirup udara yang tenang dan bebas pun rasanya sudah malu, sudah tidak tertarik, di luar sana hanya ada kata kata yang membuatku semakin sedih, membuatku semakin sesak dalam bernapas, semakin membuatku merasa tidak nyaman dengan perasaan kawan yang ku tinggalkan yang selalu menanyakan, membahas tentang dirimu yang ku sayang,. Yang telah meninggalkanku.

ya allah, mengapa ini terjadi, mengapa ini harus terjadi, mengapa aku harus menerima seperti ini sedang aku sangat menyayangi dia, apakah ini cobaan yang telah engkau berikan, ini tidak pernah ku inginkan ya allah, bukan ini yang ku harapkan, aku hanya ingin mempertahankan hubungan dan cinta yang ku punya satu satunya, yang telah lama ku perjuangkan. Aku tidak bisa ya allah’.


Sekarang setiap tempat setiap sudut yang ku lihat hanya bisa ku merasankan  kesedihan, kekecewaan, kekesalan, kecemburuan. Pada semuanya’ saat aku melihat ia saat aku melihat wajahnya aku hanya bisa mengelus dada yang sesak, pedih dan sedih, inginku tahan air mataku, tapi terkadang itu sangat membuatku malu di depan sahabat sahabatku, karna ini terlalu sakit.


Saat ku tinggal dari hadapannya yang bertemu tak sengaja, Rasa iri, dengki, amarah, dalam kebingungan, membalut diriku, membuat kaki ini ingin kembali kehadapannya dan mengatakan. Aku sedih, aku tidah bisa, aku tidak sanggup. Ini sangat berat bagiku, kamu sungguh tega melakukan ini semua…

Tapi aku tidak berhak aku tidak pantas berbicara seperti itu padanya’ karna aku bukan siapa siapanya’ aku hanya seoonggok manusia yang tak berguna baginya, seonggok manusia yang tak pantas mengeluh padanya karna ia telah memilih orang yang tak pernah ku sangka sangka.

Ini lukaku, ini sakitku, engkau memberikan kesedihan yang sangat tak pernah kuduga..!

Senin, 05 Januari 2015

Subahanalloh Maha Suci ALLAH

Pribadi berzikir,
Zikir menjadi kepribadian nya,
Allah tujuannya,
Rosululloh sollollohu alaihi wasallam teladan hidupnya,
Dunia inipun menjadi syurga sebelum syurga yang sebenarnya.


Bumi menjadi mesjid baginya,
Rumah,, kantor,, dan hotel sekalipun menjadi musolla baginya,
Tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur,, hamparan sajadah baginya.

Kalo ia bicara, bicaranya dakwah,Kalo dia berdiam,, diamnya zikir… Napasnya’ tasbih. Matanya penuh rahmad allah penuh kasih sayang,,

Telinganya terjaga’, Pikirannya baik sangka’ tidak sinis, tidak pesimis, dan tidak suka memponis. Hatinya diam diam berdo’a, do’anya diiiamm diamm..

Tangannya bersedekah, Kakinya, berjihat,, ia tidak mau melangkah sia sia.

Kekuatannya silaturahim,,
Kerinduannya, tegaknya syariat allah’.
Kalo memang tujuannya maka sabar dan kasih sayang strateginya,
Hasma amaaaniiiina’ cita citanya terbesar, teragung. Syahid,, di jalan allah.

Dan sungguh menarik ia hanya asyik memperbaiki dirinya, dia tidak tertarik mencari kekurangan, apalagi aib orang lain.
Ia hanya asyik menyantap hidangan allah terlezat……… :
ZIKRULLAH…..
                                                                                                                                               








bay

                                                                                                                                                K.H m.Arifin Ilham