Dan kini aku semakin terpuruk disetiap jalannya
kakiku, setiap detaknya jantungku, melihatmu membuatku semakin sedih semakin sulit
untuk beraktifitas, ini sungguh luar biasa sedihnya hal yang tak pernah bisa
terbayangkan saat berada di dekatmu, apakah aku akan terperosok di jurang yang
dalam ini tersakiti oleh bayang bayangmu dan tertawanya dirimu, di belakang
kesedihanku akan perbuatanmu,
Ingin rasanya aku meminta bantu, tapi aku tidak tau
harus kemana mencari bantu, sekarang aku tidak ada yang membantu dan
menyongsongku seperti dulu seperti saat aku meminta pendapat meminta saran
darimu,
sekarang aku hanya bisa mengadu pada sepiku, sungguh sakit dan semakin
membuatku semakin lemah tanpa ada peneguh hati, peneguh diri,
Sekarang Untuk keluar menghirup udara yang tenang
dan bebas pun rasanya sudah malu, sudah tidak tertarik, di luar sana hanya ada
kata kata yang membuatku semakin sedih, membuatku semakin sesak dalam bernapas,
semakin membuatku merasa tidak nyaman dengan perasaan kawan yang ku tinggalkan
yang selalu menanyakan, membahas tentang dirimu yang ku sayang,. Yang telah meninggalkanku.
ya allah, mengapa ini terjadi, mengapa ini harus
terjadi, mengapa aku harus menerima seperti ini sedang aku sangat menyayangi
dia, apakah ini cobaan yang telah engkau berikan, ini tidak pernah ku inginkan
ya allah, bukan ini yang ku harapkan, aku hanya ingin mempertahankan hubungan
dan cinta yang ku punya satu satunya, yang telah lama ku perjuangkan. Aku tidak
bisa ya allah’.
Sekarang setiap tempat setiap sudut yang ku lihat
hanya bisa ku merasankan kesedihan, kekecewaan,
kekesalan, kecemburuan. Pada semuanya’ saat aku melihat ia saat aku melihat
wajahnya aku hanya bisa mengelus dada yang sesak, pedih dan sedih, inginku
tahan air mataku, tapi terkadang itu sangat membuatku malu di depan sahabat
sahabatku, karna ini terlalu sakit.
Saat ku tinggal dari hadapannya yang bertemu tak
sengaja, Rasa iri, dengki, amarah, dalam kebingungan, membalut diriku, membuat
kaki ini ingin kembali kehadapannya dan mengatakan. Aku sedih, aku tidah bisa,
aku tidak sanggup. Ini sangat berat bagiku, kamu sungguh tega melakukan ini
semua…
Tapi aku tidak berhak aku tidak pantas berbicara
seperti itu padanya’ karna aku bukan siapa siapanya’ aku hanya seoonggok
manusia yang tak berguna baginya, seonggok manusia yang tak pantas mengeluh
padanya karna ia telah memilih orang yang tak pernah ku sangka sangka.
Ini lukaku, ini sakitku, engkau memberikan kesedihan
yang sangat tak pernah kuduga..!